REVIEW BUKU TEACH LIKE FINLAND


REVIEW BUKU
TEACH LIKE FINLAND
Timothy D. Walker
United States of America
W.W. Norton & Company
2017
First Edition
232 pages
978-1-324-00125-6

Oleh
Ardhi Kurniawan
Pendidikan Seni Pascasarjana 
Universitas Negeri Yogyakarta
18724251030

Sekelumit Tentang Isi
Finlandia merupakan negara kecil yang sangat maju dunia pendidikannya. Dalam buku ini digambarkan oleh penulis-Timothy D. Walker- bagaimana pendidikan disana ketika beliau mengajar murid kelas 5 disebuah sekolah dasar di Finlandia. Ketika mulai mengajar kelas 5 di sebuah sekolah negeri di Helsinski, beliau mencatat rahasia-rahasia di balik kesuksesan sekolah- sekolah Finlandia. Buku ini membantu para guru di Indonesia untuk menerapkan strategi-strategi dalam prakti mengajar didunia pendidikan. Berikut ulasan buku berdasaran bab dan pokok bahasan.
  1. Kesejahteraan
Jadwal istirahat otak
Dalam pokok bahasan ini,  siswa di Finlandia biasanya mengambil istirahat lima belas menit, untuk setiap empat puluh lima menit pengajaran. Selama istirahat biasa, anak-anak pergi ke luar untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman.
Belajar sambil bergerak
Awalnya Finlandia mmemiliki prestasi yang buruk mengenai kegiatan fisik. Namun pemerintah ikut berpartisipasi meningkatkan ketertinggalan ini dengan mencanangkan program “Finnish School on the Move. Sekolah di Helsinki, menerapkan berbagai permainan menarik yang banyak melakukan gerak yang lincah. Seperti melompat, berlari, berjalan sig-sag. Hal ini dapat dilakukan sebelum kegiatan belajar dimulai, hal ini akan meningkatkan semangat dan energi dalam belajar.
Recharge setelah sekolah
Pengisian ulang setelah sekolah datang dalam bentuk berbeda untuk guru yang berbeda. beberapa mungkin disegarkan dengan jangka pendek, yang lain dapat menemukan makanan dengan bermain kereta dengan balita mereka, banyak yang mungkin menikmati hanya beberapa menit membaca untuk bersantai. Yang paling penting, adalah bahwa batas-waktu untuk bekerja dan kapan istirahat-diidentifikasi dan disimpan. semua guru tahu jadwal mereka. bukan mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai guru, hanya meminimalisir/ aktivitas guru yang tidak efektif dan tidak jelas, lebih baik istirahat dan bersantai.
Menyederhanakan ruang
Guru di Finlandia lebih suka meminimalkan jumlah benda di dinding di ruang kelas dan di koridor mereka. Rumah yang nyaman dari sudut pandang orang Finlandia, sangat tergantung pada menjaga ruang hidup seseorang sesederhana mungkin. Pandangan orang Finlandia adalah “less is more”. Bahwa mereka membuat ruang menjadi sesederhana mungkin.
Menghirup udara segar
Siswa dan guru Finlandia sangat menjunjung tinggi nilai pergi ke luar untuk mendapatkan udara segar. kebijakan banyak sekolah Finlandia, di mana siswa sekolah dasar diwajibkan untuk keluar rumah kecuali lebih dingin dari -15 derajat celcius.
Masuk ke alam liar
Guru-guru Finlandia bersemangat untuk membawa anak-anak mereka keluar dari ruang kelas mereka. Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena ketika di alam dapat membantu banyak anak belajar membangun kepercayaan diri; kekacauan; menenangkan anak-anak, dan bantu mereka fokus.
Menjaga kedamaian
Pembelajaran di Finlandia tampak begitu santai dan sangat bebas stres. Ciri khas kedamaian di sekolah-sekolah Finlandia ini adalah alasan utama mengapa siswa-siswa di Finlandia belajar dengan sangat efisien dan telah berhasil dalam ujian internasional PISSA dengan sangat baik.
  1. Rasa Dimiliki
Merekrut tim kesejahteraan
Para Guru di Finlandia memprioritaskan koneksi dengan guru yang lain perbedaan dalam jadwal mengajar. Dengan hari yang lebih pendek dan lebih banyak waktu istirahat sepanjang hari, guru-guru finlandia memiliki lebih banyak waktu luang untuk bertemu satu sama lain mereka memandang pekerjaan mengajar sebagai upaya yang kolaboratif. Dan ada 6 strategi dalam memperkuat rasa memiliki yang kuat:
Mengenal setiap anak
Para guru berusaha mengenali siswa dengan cara antara lain berdiri di pintu dan menyapa siswa dengan nama ketika mereka memasuki kelas. Membenturkan  kepalan tangan, jabat tangan, atau “tos”. Bermain-main, bersenang-senang dalam lelucon. Dapat juga dengan makan siang bersama siswa. Rutinitas ini memungkinkan guru untuk mengenali setiap siswa, menandakan bahwa kita melihat mereka sebagai individu, bukan hanya sebagai kelompok anak-anak.
Bermain dengan murid-murid
Para guru Finlandia selalu menyempatkan waktu mereka untuk bermain dengan para siswa. Bahkan didalam kelas, penyampaian bahan pelajaran dapat berupa permainan yang manarik.
Merayakan pembelajaran mereka
Didalam kelas murid diberi waktu untuk menikmati pekerjaan mereka, waktu untuk merayakan pembelajaran mereka. praktik merayakan pembelajaran ini sederhana tetapi juga membantu “rasa memiliki” mereka - guru dan siswa mengejar tujuan yang menantang bersama, dan kemudian mereka merayakan kerja mereka yang telah selesai bersama.
Mengejar mimpi kelas
mengejar impian kelas, misalnya dengan mengumpulkan sejumlah besar uang dan menghadiri sekolah perkemahan bersama, mempromosikan rasa persatuan kelas yang kuat. Setiap kelas dapat membuat dan mengejar mimpi kelas mereka masing-masing. Guru dan murid dapat membuat keputusan bersama dan berkomitmen untuk mewujudkannya.
Menghalau intimidasi
selama lebih dari satu dekade, Finlandia telah berupaya untuk menambah masalah bullying di sekolah-sekolahnya. Helsinki diperkenalkan dengan program antibullying yang paling populer di Finlandia, yang disebut KiVa, yang sekarang diterapkan di 90 persen sekolah di Finlandia. KiVa adalah singkatan dari kata finlandia kiusaamista vastaan, yang berarti "menentang bullying". itu juga permainan kata, karena kata kiva diterjemahkan sebagai "nice" . Intimidasi di sekolah Finlandia tidak ditoleransi, tetapi ide di balik program KiVa adalah bahwa ada banyak tindakan kecil, seperti mengadakan pembicaraan resolusi konflik untuk mencegah terjadinya intimidasi
Berkawan
Sekolah di Finlandia khususnya di Helsinki, membuat program pada siswa untuk mengunjungi siswa pada tingkat bawah. Misalnya kelas 5, masuk mengunjungi kelas 1, termasuk pada saat istirahat, mereka bebas bergaul satu sama lain. Hal ini ternyata meningkatkan rasa memiliki diantara mereka. Tidak hanya itu, mereka juga saling membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolah. kkkk
  1. Kemandirian
Para siswa di Helsinki sangat mandiri, setelah sekolah usai, mereka tida diantar oleh guru keluar dari kelas, bahkan diluar sekolah. benyak dari murid pulang sendiri, ada yang menelfon orang tua mereka, ada yang naik mobil, bus, kereta bawah tanah bahkan berjalan kaki. Begitu pula ketika mereka berangkat ke sekolah. Bahkan ada siswi kelas dua yaang ketika pulang dan sampai dirumah, tidak ada orang tua atau saudara, dia membuat makanan untuk dia makan sendiri.
Mulai dengan kebebasan
Penulis buu pada awalnya beranggapan bahwa kepercayaan diberikan secara bertahap dari hal yang kecil, tetapi tidak di sekolah Helsinki. Kepercayaan tentang kebebasan diberikan secara penuh pada siswa. Ketika ada acara camp, anak-anak kelas 5 mengumpulkan cana sendiri dengan cara menjual kue. Mereka juga mengatur seluruh pelaksanannya sendiri. Guru hanya mengawasi saja. Didalam belajar, siswa juga sangat mandiri, terlebih dalam melaksanakan tugas-tugas mandiri. Bahkan membuat Kuis.
Meninggalkan batas
Murid-murid di Helsinki sangat mandiri, bahkan ketika ada lokakarya tentang menulis, hasil tulisan mereka melampaui perkiraan guru. mereka sangat terbuka dengan masukan teman dan umpan balik dari guru. guru membebaskan murid dalam lokakarya menulis ini (tidak dibatasi). Bebas dalam hal tempat mengerjakan, waktu, dan materi. Meskipun ada beberapa murid yang masih butuh perhatian dalam kemampuan menulis.
Menawarkan pilihan
Mengidentifikasi minat siswa mereka terlebih dahulu dalam memberikan tugas mingguan pada siswa. Mendiskusikan minat siswa  selalu menjadi prioritas di kelas.
Buat rencana bersama siswa Anda
Sekolah di Helsinki tidak memberlakukan kurikulum secara bebas seperti Sudbury Valley school, dimana murid membuat kurikulum sendiri. Murid-murid di Helsinki lebih suka dengan kombinasi bimbingan guru dan kebebasan siswa. Dan mereka membuat kesepakatan bersama antara guru dan murid mengenai pembelajaran yang akan dilakukan.
Buat jadi nyata
Tujuannya adalah untuk mempromosikan rasa tujuan di kelas, yang pada akhirnya akan membawa kesenangan bagi siswa.
Tuntutan tanggung jawab
Dimulai sejak usia dini, anak-anak Finlandia dipercaya dengan banyak tanggung jawab. Misalnya seperti anak-anak kecil - usia anak TK - berkeliaran di sekitar taman helsinki tanpa orang tua, atau anak-anak yang menyajikan makanan sendiri di kantin sekolah, atau anak-anak berjalan di koridor tanpa guru mereka. anak-anak ini dipercaya dengan tanggung jawab ini karena orang dewasa percaya bahwa mereka bisa berhasil dengan kemampuan sendiri.
  1. Penguasaan
Strategi yang dapat dilakukan guru agar menguasai bidangnya antara lain:
Ajarkan hal-hal mendasar
Murid membutuhkan guru untuk memprioritaskan hal-hal penting di kelas dan tidak terganggu oleh aspek pengajaran tambahan, seperti mengundang olimpiade dan meluncurkan blog siswa. salah satu yang terbaik untuk tetap fokus.
Gunakan buku pegangan
Sebagai guru, jika kita ingin menguasai tugas kita, kita tidak perlu, memegang satu buku yang populer namun kita dapat menambang buku teks dan menggunakan bahan-bahan pembelajaran dengan cara yang mendukung pengajaran dan pembelajaran yang baik.

Manfaatkan teknologi
Jika kita ingin menguasai pengajaran, mari kita menempatkan teknologi pada tempatnya yang tepat sebagai alat untuk belajar.
Memasukkan musik
Gebagai guru, kita tidak perlu menghindar dari startegy membawa musik, bahkan jika kita tidak suka musik, kita dapat bereksperimen dengan pengaturan berbeda yang dapat diterima oleh kita dan siswa kita dan, pada akhirnya, ada kegembiraan dan manfaat akademis dari menggabungkan musik di ruang kelas.
Menjadi pelatih
Target pembelajaran membuat perbedaan, dari sudut pandang siswa, antara mematuhi permintaan guru dan mendorong pembelajaran mereka sendiri. Siswa yang mengejar pembelajaran mereka sendiri menunjukkan peningkatan motivasi, belajar lebih banyak, dan mengembangkan keterampilan metakognitif yang lebih kuat.
Buktikan pembelajaran
Jika kita para guru ingin lebih meningkatkan penguasaan di ruang kelas kita, kita perlu merancang ujian yang dibuat khusus: buat siswa untuk membenarkan jawaban mereka terhadap pertanyaan sulit dan terbuka. strategi ini membuat siswa untuk membuktikan pembelajaran mereka dapat diterapkan, tidak hanya ketika kita menghasilkan penilaian sumatif, tetapi setiap hari dalam diskusi kelas, dalam kerja kelompok, dan dalam penilaian formatif.
Mendiskusikan Nilai
Melalui diskusi pribadi, guru dapat memberikan siswa pemahaman dan kepemilikan nilai mereka. Ini adalah strategi yang membantu mereka untuk merefleksikan pembelajaran mereka dan, pada akhirnya, mendukung mereka ketika mereka ingin mencapai penguasaan di ruang kelas kami.
  1. Pola Pikir
Bab ini terdiri dari enam strategi untuk membina dan pandangan dunia yang berorientasi kelimpahan dalam pengajaran kita, yang semuanya terinspirasi oleh para pendidik Finlandia dalam mendalami pekerjaan mereka.
Mencari aliran
Menjadi guru yang mencari aliran, bukan keunggulan, adalah sesuatu yang tidak hanya baik untuk kita, namun juga baik untuk siswa kita. Murid memperhatikan kita dan jika mereka melihat kita berusaha melakukan yang terbaik, tanpa membandingkan diri dengan orang lain, akan menumbuhkan budaya yang tidak kompetitif di ruang kelas. kita ingin anak-anak kita mengalami aliran secara teratur, dan meminimalkan dari kompetisi.

Berkulit tebal
Latihan bersyukur adalah praktik yang mengurangi keinginan berbahaya untuk mengejar keunggulan — itu karena, tidak ada yang mencapai sesuatu hanya dengan kemampuan diri kita sendiri.
Kolaborasi lewat kopi
Untuk berkolaborasi dengan lebih baik, menumbuhkan sikap itu penting, tetapi demikian juga frekuensi bertemu rekan kerja.Ttindakan sederhana duduk selama beberapa menit dengan rekan-rekan kerja membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih besar.
Menyambut para ahli
Menyambut ahli di sekolah itu bisa berharga, tetapi yang terbaik adalah memulai dengan mempertimbangkan orang-orang di sekitar. Kontribusi mereka tidak hanya akan bermanfaat bagi kelas, tetapi juga kemungkinan bahwa undangan yang kita berikan akan menegaskan keahlian mereka.
Melepaskan diri untuk berlibur
Liburan musim panas dan menyisihkan beberapa hari, atau beberapa minggu, untuk menghindari email dan media sosial, itu adalah sesuatu yang mendorong kita untuk lebih beristirahat, dan lebih banyak hadir bersama keluarga dan teman-teman kita.
Jangan lupa bahagia
Kegembiraan yang membuat kita terus menjadi guru, dan berkomitmen - apakah mengajar di Finlandia, Amerika Serikat, atau di tempat lain di dunia - untuk mengingat dan memprioritaskannya di kelas.

Timothy D. Walker
Timothy D. Walker adalah seorang guru berkebangsaan Amerika, yang saat ini tinggal di Finlandia. Ia telah banyak menulis mengenai pengalamannya mengajar, untuk berbagai media, antara lain Education Week Teacher, Educational Leadership, dan juga melalui blognya, yaitu Taught by Finland.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Seni?

Materi PAS dan soal kelas XII