KERIS, WIBAWA DALAM
RUPA
(Unsur Seni Rupa
Dalam Sebuah Keris)
Ardhi Kurniawan, M.Pd
(KERIS
NOGOSOSRO)
Keris, sudah resmi menjadi benda
hasil kebudayaan masyarakat Indonesia yang diakui dunia. Keris merupakan
senjata tradisional masyarakat Indonesia (khususnya Jawa). Senjata ini sangat
ampuh, tidak hanya bentuknya yang gagah, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan-kekuatan
magis yang tak terbatas. Senjata ini banyak digunakan oleh para raja, kesatria
dan orang-orang yang dipandang sakti mandraguna. Selain itum keris menjadi
benda koleksi bagi orang-orang yang terpikat oleh pesona kharisma dan
wibawanya.
Dari sisi seni, keris memiliki
pesona lain. Keindahannya mampu menggugah ranah seni untuk mempelajarinya.
Berikut kita bahas Keris dari sudut unsur seni rupa.
1. Garis. Jika kita amati gambar
Keris Naga sasra (representasi keris secara umum) diatas, kita dapat sakssikan
dengan jelas garis-garis tegas yang sangat berkarakter. Garis-garis lekuk yang
memperkuat identitas dari keris tersebut. Garis lengkkung-lengkung ini
sekaligus menekankan pada sebuah bentuk ular naga dengan kepala yang berada di
bawah, badan dan ekor menjulang ke atas. Ketajaman lengkung-lengkung badan dan
ekor ular ini diperkuat dengan ornamen-ornamen bertekstur di sepanjang badan
ular naga.
2. Bentuk. Keris berbentuk ular
Naga. Bentuk ini sudah mengidentifikasikan bahwa benda ini merupakan karakter
sebuah Naga yang memiliki kekuatan magis yang sangat dalam dan bermakna bagi
pemiliknya.
3. Volume. Jika kita lihat dalam
gambar diatas, volume sangat jelas sekali. Warna-warna gelap dengan tekstur
yang kasar sangat mempresentasikan bahwa benda tersebut memiliki masa yang
besar (berat). Dipadu dengan unsur kayu pada gagang/ pegangan keris tersebut dan unsur logam mulia pada warangka/ tempat kerisnya. Bisa kita
bayangkan bagaimana berat dari sebuah keris ini jika kita angkat menggunakan
tangan kita.
4. Gelap terang. Unsur gelap terang
dalam gambar keris diatas sangat jelas. Pemberian gelap terang yang kontras
antara warna hitam pada keris dan ornamen emas yang menghiasinya menunjukan
bahwa benda tersebut solid dan bukan benda dua dimensi. Gelap terang karena adanya
cahaya juga sangat jelas. Cahaya dominan dari arah atas keris.
5. Tekstur. Teksturnya nyata, tampak
pada bentuk ular Naga dari kepala, badan dan ekor yang mengarah ke bagian atas
keris dihiasi dengan ornamen-ornamen bunga. Begitu juga dengan warangka dari keris itu. Terlihat jelas
sekali tekstur bermotif bunga dengan pola ukiran-ukiran yang penuh.
6.
Warna.
Benda pusaka ini mengidentifikasikan diri dengan jelas siapa dirinya. Artinya
dengan warna yang berkarakter semakin meyakinkan dirinya bahwa eksistensinya
sangat berperan besar dan mendalam. Warna hitam yang melambangkan karakter yang
kuat dipadukan dengan warna emas sebagai simbol kejayaan, kekuasaan dan
kewibawaan.
Unsur-unsur seni rupa dalam keris
menjelaskan betapa kaya dan besarnya kebudayaan Indonesia (Nusantara pada waktu
itu). Kita patut bangga dengan karya-karya kebudayaan bangasa kita. Tidak
bermaksud mengkultuskan keris, tetapi dilihat dari prespektif seni dan budaya,
keris patut kita lestarikan sebagai warisan budaya leluhur kita yang ternyata
agung dan berwibawa.

Komentar
Posting Komentar
Silahkan sampaikan komentar dengan sudut pandang Anda dengan bijak.